Suatu hari di
waktu petang anak kesayangan Ahmadun menderita sakit batuk yang agak kronis
daripada biasanya. Sang istri yang lugu itu bingung mondar-mandir keluar masuk
rumah, karena Ahmadun sejak siang pergi keluar dan belum pulang. Mau minta
tolong tetangga merasa sungkan. Akhirnya sang istri mengobatinya dengan obat
seadanya, yaitu jeruk nipis yang dicampur dengan kecap. Sakit batuk anak bisa
reda tapi hanya sebentar. Akhirnya sang istri menelepon Ahamadun dengan ponsel
seadanya yang dipunyai dan menceritakan bahwa anaknya sakit batuk tak kunjung
sembuh walaupun sudah diobati.
Mendapat
telepon dari istrinya Ahmadun bergegas pulang dengan memacu motor secepat –cepatnya.
Sebelum sampai rumah Ahmadun mampir apotik sekalian beli obat batuk untuk
anaknya di rumah. Karena saking paniknya, segera setelah sampai di rumah obat
batuk yang berupa sirup itu dibuka dan langsung diminumkan kepada anaknya.
Merasa lega, Ahmadun lalu istirahat duduk di kursi ruang tamu sambil memegangi botol
obat batuk yang baru saja diberikan kepada anaknya. Dengan duduk santai dia
menyempatkan mencermati tata cara dan aturan minum obat batuk untuk anaknya.
Setelah tahu bahwa salah satu aturan minum obat tersebut adalah dikocok dulu
sebelum diminum, dia beranjak dari tempat duduknya untuk menghapiri sang istri
yang sedang menggendong anaknya, lalu dia minta
anaknya dari gendongan sang istri dan anak itu digunjing atau diangkat
serta digoyang – goyang seperti orang ketika mengambil beberapa uang dari
celengan yang belum dipecah. Tahu anak itu digoyang – goyang, sang istri
langsung bertanya dengan agak marah, “ Lho....ada apa Pak kok anaknya digoyang –
goyang....gak ngerti lagi sakit tah ?”. “ Sebentar Bu....aku baru saja baca
aturan obat itu....seharusnya dikocok dulu sebelum diminumkan....makanya
sekarang aku kocok obat itu dalam perut Adit ( nama anak kesayangannya )”,
timpal Ahmadun. “ Pak.....pak.....ngawur itu namanya....wong sudah diminumkan
kok dikocok dalam perutnya.....sudah kadung ya sudah, ya nanti aja kalau meminumi lagi dikocok
dulu ! “, sahut sang istri sembari minta anak
itu dikembalikan ke gendongannya.
No comments:
Post a Comment