Friday, September 16, 2016

Ahmadun Menggoyang – goyang Anaknya

                
Suatu hari di waktu petang anak kesayangan Ahmadun menderita sakit batuk yang agak kronis daripada biasanya. Sang istri yang lugu itu bingung mondar-mandir keluar masuk rumah, karena Ahmadun sejak siang pergi keluar dan belum pulang. Mau minta tolong tetangga merasa sungkan. Akhirnya sang istri mengobatinya dengan obat seadanya, yaitu jeruk nipis yang dicampur dengan kecap. Sakit batuk anak bisa reda tapi hanya sebentar. Akhirnya sang istri menelepon Ahamadun dengan ponsel seadanya yang dipunyai dan menceritakan bahwa anaknya sakit batuk tak kunjung sembuh walaupun sudah diobati.
                Mendapat telepon dari istrinya Ahmadun bergegas pulang dengan memacu motor secepat –cepatnya. Sebelum sampai rumah Ahmadun mampir apotik sekalian beli obat batuk untuk anaknya di rumah. Karena saking paniknya, segera setelah sampai di rumah obat batuk yang berupa sirup itu dibuka dan langsung diminumkan kepada anaknya. Merasa lega, Ahmadun lalu istirahat duduk di kursi ruang tamu sambil memegangi botol obat batuk yang baru saja diberikan kepada anaknya. Dengan duduk santai dia menyempatkan mencermati tata cara dan aturan minum obat batuk untuk anaknya. Setelah tahu bahwa salah satu aturan minum obat tersebut adalah dikocok dulu sebelum diminum, dia beranjak dari tempat duduknya untuk menghapiri sang istri yang sedang menggendong anaknya, lalu dia minta  anaknya dari gendongan sang istri dan anak itu digunjing atau diangkat serta digoyang – goyang seperti orang ketika mengambil beberapa uang dari celengan yang belum dipecah. Tahu anak itu digoyang – goyang, sang istri langsung bertanya dengan agak marah, “ Lho....ada apa Pak kok anaknya digoyang – goyang....gak ngerti lagi sakit tah ?”. “ Sebentar Bu....aku baru saja baca aturan obat itu....seharusnya dikocok dulu sebelum diminumkan....makanya sekarang aku kocok obat itu dalam perut Adit ( nama anak kesayangannya )”, timpal Ahmadun. “ Pak.....pak.....ngawur itu namanya....wong sudah diminumkan kok dikocok dalam perutnya.....sudah kadung ya sudah, ya nanti aja kalau meminumi lagi dikocok dulu ! “, sahut sang istri sembari minta anak  itu dikembalikan ke gendongannya.       

                                 

No comments:

Post a Comment