Tuesday, September 13, 2016

Betapa Malunya Ahmadun....

Ahmadun pernah kuliah di salah satu PTN di kota Malang. Karena penghasilan orang tuanya tidak cukup untuk membiayainya akhirnya dia keluar. Dalam studinya yang singkat itu Ahmadun dapatkan teman akrab yang bernama Imam Syafi’i. Dalam kuliahnya yang hanya empat bulan itu, dia tinggal di rumah kos yang sama. Kebetulan dia dan Syafi’i punya banyak kesamaan selera; sama-sama senang mendengar musik klasik, sama-sama muslim yang taat dll. Karena saking akrabnya mereka kadang-kadang saling pinjam pakai baju satu sama lain. Ketika Ahmadun memutuskan untuk keluar, ada satu baju milik Syafi’i yang dimintanya karena memang baju itu sangat disukainya.


                Ketika Ahmadun di rumah dan sudah tidak kuliah lagi, baju pemberian Syafi’i sering sekali dia pakai di berbagai kesempatan. Saking seringnya dipakai otomatis sering pula dicuci dan dikeringkan. Lama-lama baju itu sobek di bagian belakang atau punggung dengan sobek yang lebar dan membujur. Meskipu sobek, karena begitu gemarnya dengan baju itu Ahmadun tetap kerap kali memakainya namun ditutupi atau dirangkapi dengan jaket.

                Suatu hari Ahmadun mengajak teman untuk nonton bioskop di theater . Berangkat bawa motor dengan temannya memakai baju kesayangannya yang sobek dengan dirangkapi jaket. Ketika sampai di tempat parkir motor bioskop itu, temannya turun lebih dulu dan segera berjalan ke arah loket tiket bioskop. Setelah itu Ahmadun menyusul temannya, tetapi sebelum menyusul temannya dia melepas jaketnya lebih dahulu dan ditaruh di motornya, lalu dia berjalan menuju loket tiket bioskop. Dalam perjalanannya ke loket tiket yang harus melalui banyak kerumunan orang, dia tidak sadar dan lupa bahwa baju yang dipakainya itu sobek di bagian punggung, sehingga banyak orang yang melirik punggungnya dan mentertawakannya. Sesampai di tempat pembelian tiket dan menemui teman yang mendahului tadi, temannya tahu dan mebisikan ke telinga Ahmadun, “ Dun baju bagian punggungmu sobek lebar sekali”. “ Oh....iya”, jawab Ahmadun, sambil menjawab dia langsung berlari menuju tempat motornya diparkir dan bergegas mengenakan jaketnya. Betapa malunya Ahmadun.      

No comments:

Post a Comment