Ahmadun pernah
kuliah di salah satu PTN di kota Malang. Karena penghasilan orang tuanya tidak
cukup untuk membiayainya akhirnya dia keluar. Dalam studinya yang singkat itu
Ahmadun dapatkan teman akrab yang bernama Imam Syafi’i. Dalam kuliahnya yang
hanya empat bulan itu, dia tinggal di rumah kos yang sama. Kebetulan dia dan
Syafi’i punya banyak kesamaan selera; sama-sama senang mendengar musik klasik,
sama-sama muslim yang taat dll. Karena saking akrabnya mereka kadang-kadang saling pinjam
pakai baju satu sama lain. Ketika Ahmadun memutuskan untuk keluar, ada satu
baju milik Syafi’i yang dimintanya karena memang baju itu sangat disukainya.
Ketika
Ahmadun di rumah dan sudah tidak kuliah lagi, baju pemberian Syafi’i sering
sekali dia pakai di berbagai kesempatan. Saking seringnya dipakai otomatis sering
pula dicuci dan dikeringkan. Lama-lama baju itu sobek di bagian belakang atau
punggung dengan sobek yang lebar dan membujur. Meskipu sobek, karena begitu
gemarnya dengan baju itu Ahmadun tetap kerap kali memakainya namun ditutupi
atau dirangkapi dengan jaket.
Suatu
hari Ahmadun mengajak teman untuk nonton bioskop di theater . Berangkat bawa motor dengan temannya memakai baju
kesayangannya yang sobek dengan dirangkapi jaket. Ketika sampai di tempat
parkir motor bioskop itu, temannya turun lebih dulu dan segera berjalan ke arah
loket tiket bioskop. Setelah itu Ahmadun menyusul temannya, tetapi sebelum
menyusul temannya dia melepas jaketnya lebih dahulu dan ditaruh di motornya,
lalu dia berjalan menuju loket tiket bioskop. Dalam perjalanannya ke loket tiket
yang harus melalui banyak kerumunan orang, dia tidak sadar dan lupa bahwa baju
yang dipakainya itu sobek di bagian punggung, sehingga banyak orang yang
melirik punggungnya dan mentertawakannya. Sesampai di tempat pembelian tiket
dan menemui teman yang mendahului tadi, temannya tahu dan mebisikan ke telinga
Ahmadun, “ Dun baju bagian punggungmu sobek lebar sekali”. “ Oh....iya”, jawab
Ahmadun, sambil menjawab dia langsung berlari menuju tempat motornya diparkir
dan bergegas mengenakan jaketnya. Betapa malunya Ahmadun.
No comments:
Post a Comment