Salah satu
hobi Ahmadun adalah memancing. Pada suatu kesempatan, di saat hari minggu hari
dimana dia libur dari pekerjaannya, berangkatlah dia pagi-pagi setelah sarapan
memancing di sungai yang lumayan besar, yang tidak begitu jauh dari
rumahnya. Ketika berangkat tidak lupa
dia pamit sang istri. “ Aku tak cari hiburan buk, mancing.....”, pamit Ahmadun.
“ Ya pak, lumayan barangkali nanti bisa dapat ikan, bisa untuk tambahan
lauk....”, jawab sang istri.
Setelah
ditunggu-tunggu oleh istri, dia tidak kunjung segera kelihatan pulang. Sang
istri memutuskan untuk membeli ikan di pedagang ikan yang biasa keliling lewat
depan rumahnya. Istri membeli ikan tidak banyak hanya dua ekor ikan bader yang
besar-besar. Sang istri juga melihat ada beberapa ekor ikan lain yang belum
laku di rengkek sang pedagang, istri juga sempat pegang-pegang ikan itu sebelum
dia memutuskan untuk memilih ikan-ikan yang lain untuk dibelinya.
Setelah beberapa lama Ahmadun pulang ke rumah.
Dengan bangga dia memamerkan ikan-ikan kepada sang istri sambil berkata, “ Ini
buk aku mancing tadi dapat ikan banyak, ada lima ikan bader besar-besar”. “
Alhamdulillah....rejeki pak, kalau tahu gitu aku tadi tidak membeli di
pedagang”, sahut sang istri. Kemudian ditunjukan ikan-ikan itu ke sang istri.
Ikan – ikan itu sengaja oleh Ahmadun direntengi agar kelihatan bahwa ikan-ikan
itu hasilnya memancing. Lalu sang istri melihatnya dengan senang hati. Setelah
dilihat oleh istrinya, dia ragu bahwa ikan-ikan itu hasil suaminya memancing.
Sesudah diamati dengan lebih jeli lagi oleh sang istri, dia merasa yakin bahwa
ikan-ikan itu adalah ikan-ikan yang dijual oleh pedagang ikan keliling yang
biasa lewat di depan rumahnya, karena ikan- ikan itu sempat dipegang-pegang
oleh sang istri sebelum dia memutuskan untuk membeli yang lain. Kemudian sang
istri menghampiri suaminya sambil ‘mesam-mesem’, menanyakannya, “ Habis berapa
tadi umpannya kok bisa dapat ikan besar-besar seperti itu?”. “ Gak terlalu
banyak kok Bu”, timpal Ahmadun. “ Masak....paling habis banyak itu...untuk beli
umpannya”,sahut sang istri. “ya....lumayanlah”, jawab Ahmadun. “ Pak aku tadi sempat
pegang-pegang ikan itu lho...“, sergah sang istri, “ Lho...pegang di
sungai...mustahil ah....”, kata Ahmadun. “ Gak di sungai...tapi di bakul ikan
yang lewat depan rumah..., ikan –ikan itu tadi beli kan ?....bukan hasil
mancing kan ?.....”, tegas sang istri. “ hehehe....bener Bu...lha aku mancing
gak dapat-dapat...ya terus beli aja biar gak malu sama orang-orang di jalan....”
aku Ahmadun sambil tersipu malu.
No comments:
Post a Comment