Thursday, September 15, 2016

Ahmadun Pemancing Ulung

Salah satu hobi Ahmadun adalah memancing. Pada suatu kesempatan, di saat hari minggu hari dimana dia libur dari pekerjaannya, berangkatlah dia pagi-pagi setelah sarapan memancing di sungai yang lumayan besar, yang tidak begitu jauh dari rumahnya.  Ketika berangkat tidak lupa dia pamit sang istri. “ Aku tak cari hiburan buk, mancing.....”, pamit Ahmadun. “ Ya pak, lumayan barangkali nanti bisa dapat ikan, bisa untuk tambahan lauk....”, jawab sang istri.
Setelah ditunggu-tunggu oleh istri, dia tidak kunjung segera kelihatan pulang. Sang istri memutuskan untuk membeli ikan di pedagang ikan yang biasa keliling lewat depan rumahnya. Istri membeli ikan tidak banyak hanya dua ekor ikan bader yang besar-besar. Sang istri juga melihat ada beberapa ekor ikan lain yang belum laku di rengkek sang pedagang, istri juga sempat pegang-pegang ikan itu sebelum dia memutuskan untuk memilih ikan-ikan yang lain untuk dibelinya.
 Setelah beberapa lama Ahmadun pulang ke rumah. Dengan bangga dia memamerkan ikan-ikan kepada sang istri sambil berkata, “ Ini buk aku mancing tadi dapat ikan banyak, ada lima ikan bader besar-besar”. “ Alhamdulillah....rejeki pak, kalau tahu gitu aku tadi tidak membeli di pedagang”, sahut sang istri. Kemudian ditunjukan ikan-ikan itu ke sang istri. Ikan – ikan itu sengaja oleh Ahmadun direntengi agar kelihatan bahwa ikan-ikan itu hasilnya memancing. Lalu sang istri melihatnya dengan senang hati. Setelah dilihat oleh istrinya, dia ragu bahwa ikan-ikan itu hasil suaminya memancing. Sesudah diamati dengan lebih jeli lagi oleh sang istri, dia merasa yakin bahwa ikan-ikan itu adalah ikan-ikan yang dijual oleh pedagang ikan keliling yang biasa lewat di depan rumahnya, karena ikan- ikan itu sempat dipegang-pegang oleh sang istri sebelum dia memutuskan untuk membeli yang lain. Kemudian sang istri menghampiri suaminya sambil ‘mesam-mesem’, menanyakannya, “ Habis berapa tadi umpannya kok bisa dapat ikan besar-besar seperti itu?”. “ Gak terlalu banyak kok Bu”, timpal Ahmadun. “ Masak....paling habis banyak itu...untuk beli umpannya”,sahut sang istri. “ya....lumayanlah”, jawab Ahmadun. “ Pak aku tadi sempat pegang-pegang ikan itu lho...“, sergah sang istri, “ Lho...pegang di sungai...mustahil ah....”, kata Ahmadun. “ Gak di sungai...tapi di bakul ikan yang lewat depan rumah..., ikan –ikan itu tadi beli kan ?....bukan hasil mancing kan ?.....”, tegas sang istri. “ hehehe....bener Bu...lha aku mancing gak dapat-dapat...ya terus beli aja biar gak malu sama orang-orang di jalan....” aku Ahmadun sambil tersipu malu.
   

No comments:

Post a Comment